SELAMAT DATANG DAN MEMBACA DI BLOG SMK BISA

Wednesday, 10 September 2014

Komponen Dasar Elektronika

0 comments
Sebelum Anda memulai belajar elektronika dan mulai mencoba merangkainya menjadi suatu rangkaian jadi yang dapat berfungsi, terlebih dahulu harus mengenal beberapa komponen dasar.  Komponen dasar yang sering dipakai  biasanya terdiri dari :
  • Resistor
Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Dari hukum Ohms diketahui, resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol  Ω(Omega).
Untuk menyatakan resistansi sebaiknya disertakan batas kemampuan dayanya. Berbagai macam resistor dibuat dari bahan yang berbeda dengan sifat-sifat yang berbeda. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada  suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I2R watt. Semakin besar ukuran fisik suatu resistor  bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder. Tetapi biasanya untuk resistor ukuran jumbo ini nilai resistansi dicetak langsung di badannya, misalnya 100Ω5W.
  • Kapasitor
Kapasitor ialah komponen dasar elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan electron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi perubahan kimia pada bahan kapasitor,  besarnya kapasitansi dari sebuah kapasitor dinyatakan dalam farad. Pengertian lain kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik.
Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.  Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas.
  • Induktor
Induktor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan sebagai beban induktif. Nilai induktansi sebuah induktor dinyatakan dalam satuan Henry. 1 Henry= 1000 mH (miliHenry). Induktor yang ideal terdiri dari kawat yang dililit, tanpa adanya nilai resistansi. Sifat-sifat elektrik dari sebuah induktor ditentukan oleh panjangnya induktor, diameter induktor, jumlah lilitan dan bahan yang mengelilinginya. Induktor dapat disamakan dengan kondensator, karena induktor dapat dipakai sebagai penampung energi listrik.

Di dalam induktor disimpan energi, bila ada arus yang mengalir melalui induktor itu. Energi itu disimpan dalam bentuk medan magnit. Bila arusnya bertambah, banyaknya energi yang disimpan meningkat pula. Bila arusnya berkurang, maka induktor itu mengeluarkan energi.
  • Transformator
Transformator (trafo) ialah komponen dasar elektronika yang berfungsi memindahkan tenaga (daya) listrik dari input ke output atau dari sisi primer ke sisi sekunder. Pemindahan daya listrik dari primer ke sekunder disertai dengan perubahan tegangan baik naik maupun turun.
Ada dua jenis trafo yaitu trafo penaik tegangan (stepup transformer) dan trafo penurun tegangan (stepdown transformer). Jika tegangan primer lebih kecil dari tegangan sekunder, maka dinamakan trafo stepup. Tetapi jika tegangan primer lebih besar dari tegangan sekunder, maka dinamakan trafo stepdown.

Pada setiap trafo mempunyai input yang dinamai gulungan primer dan output yang dinamai gulungan sekunder. Trafo mempunyai inti besi untuk frekuensi rendah dan inti ferrit untuk frekuensi tinggi atau ada juga yang tidak mempunyai inti (intinya udara).

Elektronika Dasar

0 comments
Rangkaian Paralel merupakan sebuah rangkaian listrik yang disusun dengan tidak sebaris, dimana input untuk setiap komponen semuanya adalah dari sumber yg sama. Inilah yang menjadi alasan mengapa rangkaian ini menjadi lebih mahal bila dibanding dgn rangkaian seri.
Namun dibalik kekurangannya itu, rangkaian ini juga mempunyai kelebihan jika dibanding dengan rangkaian  seri tersebut. Kelebihannya adalah apabila ada komponen yang rusak ataupun dicabut, maka komponen lainnya yang masih baik atau masih terpasang akan tetap berfungsi tanpa gangguan sama sekali. Rangkaian paralel dan rangkaian seri dapat digabung sehingga menjadi rangkaian yang disebut dengan seri-paralel.
Di rangkaian paralel, aliran listrik dari power suply bisa berjalan ke tiap-tiap lampu yang ada. Dalam beberapa rangkaian terdapat jalan-jalan yang berbeda tetapi tetap bisa dialiri arus listrik, rangkaian ini juga disebut dengan rangka ian paralel.
Rangkaian Paralel
Pada gambar rangkaian paralel diatas, kita bisa melihat dua buah resistor yang susunannya adalah paralel. Setiap ujung dari kedua resistor tersebut secara langsung berhubungan  dengan sumber tegangan secara bersamaan. Dengan demikian arus listrik dapat mengalir melalui dua jalan berbeda hingga mencapai setiap resistor yang ada.
Resistensi total dalam suatu rangkaian paralel adalah sama jumlahnya dengan kebalikan dari tiap resistansi. Hambatan tersebut jumlahnya lebih kecil dibanding dengan hambatan setiap resistor pada ke-3 resitor yg telah dihubungkan secara paralel di rangkaian itu. Besar dari hambatan pengganti akan berkurang karena ditempatkannya dua ataupun lebih resistor di rangkai an paralel.
Hambatan paralel itu akan menurun sebab tiap-tiap resistor yang baru juga akan menambah jalur arus yang baru, serta menaikkan jumlah arus yang beda potensialnya tidaklah berubah. Yang pertama kali kita harus ketahui sebelum menghitung suatu hambatan pengganti di rangkai an paralel adalah total arus yg mengaliri cabang.
Misalkan saja kita contohkan pada lampu lalu lintas yang merupakan rangkaian listrik paralel. Prinsip kerja dari rangkaian listrik paralel di sebuah lampu lalu lintas adalah terdapatnya tiga buah lampu yg saling terhubung secara paralel antara satu buah lampu dengan lampu lainnya. Darisini dapat kita simpulkan bahwa rangkaian listrik paralel dapat disebut juga dengan rangkaian bederet, yaitu terjadi pembagian beban yang sama antara satu lampu dengan lampu yang lain dalam jajarannya tersebut. Demikian sobat artikel rangkaian paralel kali ini.

Rangkaian Pemancar TV Sederhana

0 comments
Rangkaian Pemancar TV ini menggunakan standar 1 modulasi FM untuk suara dan PAL untuk modulasi video. Sinyal audio akan dimodulasi pra-penguat menggunakan transistor Q1 dan komponen terkait. Transistor Q2 memiliki dua pekerjaan: memproduksi dan memodulasi frekuensi pembawa. Sinyal audio pra-penguat diumpankan ke basis transistor Q2 untuk modulasi. Kapasitor C5 dan L1 induktor bentuk rangkaian tangki yang bertanggung jawab untuk memproduksi frekuensi pembawa. Sinyal video diumpankan ke emitor dari transistor Q2 melalui POT R7 untuk modulasi. Sinyal komposit termodulasi (audio + video) dipancarkan oleh A1 antena.
Rangkaian Pemancar TV Sederhana
Daftar Komponen :
R1 = R2 = 10KOhm 47KOhm R3 = R4 = 15KOhm 8.2KOhm R5 = 47KOhmR6 = R7 = 47KOhm 1Kohm variabel resistor R8 = 75ohm kapasitor C1 = 10uF/25Volt electrolik C2 = 0.001uf/10nF kapasitor keramik 100nF C3 = C4 = 10nF C5 = 47pF (kapasitor variabel) C6 = 10nF C7 = C8 = 10pF 27pF C9 = C10 = 100nF 470uF C11 = 10nF C12 = Q1 = BC547 220uF/25Volt NPN transistor Q2 = BC547 transistor NPN
T1 = T1 dapat sebuah transformator frekuensi radio dengan dibangun di kapasitor. (Dapat ditemukan di papan radio transistor tua).
L1 = 4 putaran dari kawat tembaga 24SWG berenamel pada dialog 6mm: mantan plastik.
L1 induktor dapat dibuat dengan membuat 4 putaran dari kawat tembaga 24SWG berenamel pada diameter 6mm: plastik bekas. T1 dapat menjadi frekuensi radio transformator dengan dibangun di kapasitor. (Dapat ditemukan di papan radio transistor tua). Antena A1 bisa dari kawat tembaga panjang 1M (Percobaan dengan panjang untuk mendapatkan kinerja yang optimal). Pemancar ini bekerja di band VHF antara 50 – 210MHz. Rangkaian pemancar TV sederhana ini hanya kompatibel dengan PAL B dan PAL G sistem.

Rangkaian Flip Flop

0 comments
Rangkaian Flip Flop merupakan rangkaian yg memakai trigger, karenanya akan menghasilkan angka logic berupa 1 dan 0 disaat keluarnya. Keadaan ini terjadi karena pengaruh apabila keduanya ataupun salah satu dari angka tersebut dimasukkan. Kapasiatasnya sendiri adalah satu bit. Namun hal ini hanya berlaku apabila salah satu dr daya mereka masing terhubung ataupun terpasang.
Rangkaian Flip Flop bila dibandingkan dengan fungsi dari gerbang logic dasar serta kombinasi adalah sangat jauh berbeda. Penyebabnya adalah karena keluaran dr flip flop itu sering menggantung di keadaan awal. Keadaan ini dapat juga bisa menjadikan keluarannya menjadi kondisi memory atau tidak berubah keluarannya. Nah inilah yang menjadi penyebab kenapa flip flop itu lebih sering dipakai untuk elemen memori.
Rangkaian Flip Flop
Prinsip kerja dari rangkaian flip flop dibandingkan dengan prinsip dari kerja transistor sebagai saklar adalah sama, yaitu apabila rangkaiannya diberi tegangan maka salah-satu dr kondisi transistornya menjadi hidup. Keadaan ini pula memiliki ketergantungan kepada kapasitor yang memiliki ketinggian muatan yang lebih jika dibandingkan dengan komponen lainnya. Bila lebih diperinci lagi, sebuah kapasitor yang ketinggian muatannya lebih akan menyebabkan lepasnya muatan listrik lebih dulu kemudian terjadi hubungan antara kaki transistor dengan kapasitor yg kondisinya sedang on.
Untuk merubah memory yg ada pada flip flop, kita harus memberikan clock pd masukan-nya. Rangkaian dasar yg berupa latch lah yang sebenarnya menjadi penyusun flip flop.  Untuk jenis latch yg digunakan adalah memakai jenis latch – RS. Jenis latch tersebut digunakan karena bisa dibentuk dr gerbang logic NOR dan NAND. Berbeda dengan fungsi awalnya yg sangat tergantung dengan kondisi tertentu. Keadaan ini juga yg mengakibatkan tidak berubahnya keluaran.
Apabila latch di kedua kaki memiliki logic 0, akan menyebabkan keluaran flip flop nggak akan berubah atau sama seperti pada keadaan semula. Sebaliknya bila latch itu memiliki logic 1, akan menyebabkan keluaranna dari flip flop menjadi tidak bisa kita tentukan. Penyebabnya adalah keadaannya yang tidak tergantung dengan komponen lain-lainnya. Flip Flop – RS sendiri dibangun dr gerbang logic AND yg saling dihubungkan secara silang.
Semua transistor yg keadaannya masih on menjadikan kapasitor tersambung dgn kaki kolektron dan akhirnya diisi dengan muatan. Namun bila hanya salah satu transistor saja yang on, maka transistor lainnya akan menjadi off. Reaksi tersebut akan terus menerus terjadi dengan berganti-gantian yang menyebabkan aliran lampu yang menyala, yang kita sebut sebagai rangkaian flip flop.

Monday, 18 February 2013

Power Supply

0 comments

  • Power Supply

Untuk gambar rangkaian pada bagian power supply (Power Section) diatas terdapat kelemahan yang cukup fatal dalam dunia audio. Di bagian yang sebelah mana hayoo? Yup benar sekali kelemahannya adalah pembagian tegangan dengan menggunakan 2 (dua) resistor R1+ dan R1- yang jika kedua resistor tersebut tidak identik maka tegangan yang keluar Vo+ dan Vo- tidak akan seimbang sehingga menyebabkan suara menjadi sember (untuk op-amp tertentu, tergantung voltage swingnya). Hal ini juga dapat menyebabkan naiknya DC offset
#susah sekali menulis rumus matematika di wordpress ini, lain kali akan saya buatkan pembuktian secara matematisnya  :P
Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut diatas adalah dengan membuat sebuah Rangkaian Virtual Ground, dapat dilihat disini.
Saya hanya dapat menemukan Transistor TLE2426 untuk dijadikan sebagai Virtual Ground, sehingga pada power supply akan menjadi seperti ini:






Berikut adalah gambaran kaki TLE2426 pada datasheetnya:

Pemasangan TLE2426 (transistor) pada rangkaian dapat dilihat pada gambar berikut:

Komponen:

  • Op-amp OPA2134
  • Resistor Takman (Carbon) 1/2 watt
  • Potensio ALPS 10K – 50K Ohm
  • C1 = 220 uF/16V Elna Cerafine
  • C2 = 0,1 uF Wima
  • TLE2426 (bentuknya dapat berupa DIP/Transistor)
  • C input min 1 uF (kalau bisa cari yang berbahan Polypropylene)
Berikut adalah hasil Chumoy yang saya buat dengan menggunakan C input 4,7uF merk Nichicon Muse:

Suaranya ternyata melebihi ekspektasi saya, lumayan bagus untuk amplifier dengan budget sekitar 300 ribu :D
High, Low, Vocal dan instrument hampir dapat dihasilkan dengan baik, ada beberapa hal yang kurang seperti soundstage yang kurang lebar, hentakan drum yang kurang akurat, high yang kurang cring atau vocal yang masih kurang sweet….
Mungkin hal ini disebabkan juga oleh socket input dan output yang masih menggunakan merk abal-abal :P
UPDATE:
Akhirnya karena penasaran saya mencoba mengganti C input dengan merk Audiophiler (bahan Polypropylene) dengan nilai 3,3 uF:
Rangkaian kemudian menjadi seperti berikut (besar juga ini caps warna kuning lol):

Pada gambar ada penampakan sebuah DC power supply 12 V yang rencana akan saya gunakan ketika tidak dalam kondisi mobile, tetapi ternyata menggunakannya membuat Chumoy mengeluarkan suara dengung yang sangat mengganggu :sigh
Impresi suara setelah diganti C input:
WOW, itu yang pertama kali saya ucapkan….
Bagaimana tidak, rasanya seperti mendengarkan sebuah lagu baru pada tiap track yang saya putar, semua kelemahan yang sebelumnya saya sebutkan hampir tidak ada atau berkurang jauh. Kalau tidak percaya bisa dicoba audisi saja :D
Tidak terasa udah pagi, saatnya saya undur diri….
Semoga bermanfaat

ww.dikmenjur.net

Cara Merakit Amplifier 800watt

3 comments

Merakit Power Amplifier 800 watt streo

Bahan yang disiapkan :
1. Travo 20 A 48 volt jenis CT
2. 2 buah Power Amp 800 watt mono(kalo powernya setereo beli satu aja)
3. 1 buah tune kontrol yang + sama vol
3. Box / casing plus isinya
4. Dioada 20 A,4 biji
5. 4-6 buah Elco 50 volt 10000 uf
6. 4 buah Keramik

Untuk pembuatan power supply kita menggunakan 3 kabel, misalnya kabel A disambungkan ke pin travo yang bertulis CT, kabel B ke 48V, dan kabel C ke 48V. Setelah itu Siapkan 4 buah elco, contohnya elco W, elco X, elco Y, elco Z. Kaki elco (+) W dan X satukan menjadi titik ( WX +). Kaki elco (-) Y dan Z satukan menjadi titik ( YZ -). Sekarang masuk tahap berikutnya, sisa kaki elco yang (+) dan (-) satukan dan kita sebut titik ( Q ). Sampai disini periksa dulu hasil kerjanya, takut ada yang salah, bisa-bisa nanti meledak.

Ok kita lanjut lagi, kabel A sambung ke titik Q, kita sebut sebagai arus CT, untuk mempermudah perakitan. Kabel B sambung ke kaki dioda berlambang ~ dan yang berlambang + sambung ke titik ( WX+), kita sebut arus (+48 volt). Kabel C sambung ke kaki dioda berlambang ~ dan yang berlambang + sambung ke titik ( YZ - ), kita sebut arus ( -48 volt ). Jadi power supply yang dibuat menghasilkan 3 kabel yaitu kabel arus CT, +48 volt, -48 volt. Kita gunakan kabel CT warna kuning, kabel +48 volt warna merah, kabel -48 volt warna hitam. Sekarang tinggal sambung ke power amp, sesuai dengan tulisan yang ada di papan pcb power amp.

Perkiraan biaya perakitan Rp 2000000 untuk power amp, untuk equaliser beli yang sudah jadi sekitar Rp 700000. Untuk speaker beli yang sudah jadi atau buat sendiri, itu terserah yang pasti kapasitas max speker kiri dan kanan 1000 watt.

Friday, 25 May 2012

contoh cover laporan (job sheet)

0 comments
 
JOB SHEET
INSTALASI AUDIO VIDEO MOBIL









RAHMAT ARIEF
(XI audio video 2 )

   Guru pembimbing     :   RIKA DEFIRA SP.d
NAMA DU/DI      :   SONY AUDIO BANGKINANG 
ALAMAT             :   JLN.JENDRAL SUDIRMAN











SMK N 1 BANGKINANG
T.P.2011-2012